Postingan

MEMBANTU ORANG TUA ATAU SEKOLAH

Tuntutan hidup mengharuskan seseorang bekerja lebih ekstra , bahkan bukan hanya kepala keluarga saja yang mencari nafkah. Terkadang  dalam suatu keluarga mau tidak mau ikut membanting tulang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.  Kenapa hal ini dilakukan?  agar dapurnya selalu tetap ngebul  dan bukan hanya itu saja, kebutuhan -kebutuhan pendamping lainnya pun harus tetap terpenuhi. Kenapa penulis  sampaikan seperti ini, yah ....  memang kenyataannya  banyak yang mengalami seperti itu. Para pejuang nafkah bukan lagi didominasi  laki-laki  tetapi sudah merambah ke para perempuan,  mirisnya  anak-anak pun ikut menjadi pejuang nafkah yang seharusnya mereka  anak-anak generasi bangsa berada di sekolah untuk belajar menuntut ilmu, bermain bersama teman sebayanya, bersenda gurau, seharusnya siang hari harus beristirahat, sore pergi mengaji dan malam harus belajar. Akan tetapi semuanya tidak pernah mereka rasakan, hingga pada akhirnya mas...

HUJANPUN BERHENTI

Seperti biasa,  semua jemaah haji harus shalat tepat waktu di masjid Nabawi selama melaksanakan Arbain. Jarak dari hotel tempatku tinggal ke masjid Nabawi sekitar 20 menit. Jadi setiap hari setiap waktu aku berjalan saat ingin ke masjid untuk shalat subuh, zhuhur, ashar , magrib dan isya.  Biasanya sesudah shalat aku dan suami berkesempatan untuk singgah ke toko-toko untuk  untuk sekedar melihat-lihat atau membeli oleh oleh untuk keluarga. Cuaca di Madinah sebenarnya sangat panas, dengan suhu panas hampir 49 derajat. Jadi kalau ingin ke masjid ya sedia kacamata, payung atau topi. Karena aku tidak terlalu suka dengan topi, jadi hanya menggunakan kaca mata hitam saja.  Akan tetapi, siang itu cuaca lain, tidak seperti hari hari biasanya. Saat ingin pergi shalat Dzuhur di masjid, cuaca sangat mendung, aku yang terlambat ke masjid, harus cepat- cepat agar tidak terlambat. Dan tidak berharap untuk shalat di dalam masjid, paling shalat di pelataran saja. Sebenarnya aku juga...

KAKAK FADEL KULIAH DI JOGJA

Gambar
Setelah menyelesaikan madrasah Aliyahnya, suamiku menyarankan agar Fadel anak keduaku melanjutkan kuliahnya di Mesir tempat di mana suamiku kuliah dulu. Tapi Fadel tidak mau dengan alasan belum siap dan tidak mau tinggalkan aku mamanya. Dengan berat hati suamiku tidak bisa memaksanya.  Kami pun bertanya ingin melanjutkan kuliah di mana dan jurusan apa, kami sebagai orang tua selalu mberikan petunjuk jurusan yang terbaik dan sesuai kemampuannya. Akhirnya Fadel memutuskan untuk mendaftar Jalur UMPTKIN jurusan Ilmu Hadits dan memilih UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta.  Ujianpun tiba dan tinggal menunggu pengumuman pada tanggal 7 Juli 2022, sebagai orang kami mendoakan terbaik untuknya agar lulus jalur UMPTKIN dan saat itu aku dan suami mendoakannya khusus di tanah suci Makkah.  Tibalah tanggal 7 Juli 2022, anakku menelponku memberi kabar bahwa dirinya di nyatakan Lulus UMPTKIN dengan program studi Ilmu Hadits UIN sunan Kalijaga, aku tak bisa berkata banyak karena senangnya hanya...

Beraktivitas kembali dalam balutan hari jadi Majene ke 477 Tahun

Gambar
Setelah hampir 42 hari cuti besar untuk melakukan Ibadah Haji di tanah suci. Banyak hal yang ingin ku ungkapkan saat diri ini beribadah dalam memenuhi panggilan Mu Ya Rab.  Semoga dengan ungkapan isi hati yang ku simpan dalam hati bisa ku goreskan dalam sebuah tulisan , tentu untuk melahirkan sebuah buku solo yang ke 4 tentunya.      awalku jumpa melihat ka'bah Tapi hari ini saya belum memulai untuk menggoreskan isi hatiku tentang perjalanan spiritualku, tapi saya akan menceritakan awal aktivitasku pertama setelah cuti. Baiklah Senin, 15 Agustus 2022 saya kembali beraktivitas di Madrasah tentu dengan tugas saya sebagai Kepala Madrasah MI DDI LIPU.  Pukul 06.45 hati sudah mulai gelisah kepingin cepat Pinjer di sekolah, tapi pakaian seragam belum juga di antar Teman ke rumah.  Daripada tidak Pinjer, saya pun memakai pakaian dinas seperti biasa di pakai pada hari Senin yaitu pakaian hitam putih. Jarak rumah yang dekat sekolah tidak menyulitkan saya...

TANGIS PECAH

Gambar
Tangis pecah Oleh : kamila Awal mata ini berjumpa  Tangispun pecah tak terbendung Aku yakin kalian semua merasakan  Apa yangku rasakan Sepuluh tahun menunggu Adalah waktu yang cukup lama Ka'bah menjadi magnet bagiku Rasa syukur yang tak terukur Masyaallah barakallah Hati kian terasa dekat Tak ingin berpaling Selalu ingin menemuinya Ku rasakan kenikmatannya Ya Allah mudahkanlah diriku  Dan semua sahabatku Untuk selalu dapat melihatnya dengan dekat berdoa dan bermunajat  Tangispun pecah dan bibir ini bergetar  Ka'bah yang selalu dirindukan Hadir di depan mata tanpa batasan Makkah,04 Juli 2022 aku bersama dengan Rombongan 6 Kloter 13 UPG, untuk pertama kalinya melakukan Umrah Wajib 

PERTEMUAN YANG SELALU MENGGUGAH HATIKU

Gambar
Berfoto bersama untuk di simpan dan di kenang,agar bisa ku ingat. Dua ibu yang lembut bukan hanya memeluk dan mencium ku saja tetapi mendoakanku dan keluargaku dengan tulus. Bukan tanpa alasan mereka berbuat seperti itu, ada hal yang aku lakukan terhadap mereka saat pertama berjumpa. Pengalaman yang aku rasakan dari dua Ibu yang memiliki kisah yang berbeda bahkan bukan hanya dua orang Ibu tetapi sekitar sepuluh orang Ibu-Ibu yang luar biasa baiknya ,ketika aku berada di Masjidil haram ( Makkah) dan Masjid Nabawi ( Madinah).   Ibu Doktor yang berasal dari Irak dan suaminya pun seorang Doktor yang bertugas di Malaysia. Berpesan kepada saya untuk belajar Bahasa Arab dengan alasan ..... 😘 Beribadah, bersosialisasi dan berinteraksi kepada orang sekitar dengan penuh keikhlasan,ketulusan, berempati kepada sesama, pasti kan kembali kepada diri kita pribadi tentunya. Mereka tidak akan melupakan kita.       saat di Makkah depan Ka'bah setelah shalat Magrib...

PEDOMAN HIDUP

PEDOMAN HIDUP Oleh : Kamila Saat membaca Al-Qur’an kalbu dan atma Tersa damai dan tentram Ketenangan tidak pernah Terusik sedikitpun Kuresapi maknanya Tidak ada keraguan didalamnya Ayat-ayat disetiap lembarnya Merupakan petunjuk untuk setiap ummatnya Dalam meniti perjalanan penuh warna Al-Qur’an pedoman hidupku Al-Qur’an membawa diriku menuju insan sempurna Aku tak akan berpaling kepada-Nya Majene, 8 April 2022